About

Kamis, 26 Januari 2012

Kehidupan Planet Mars


Manusia mulai mencari kehidupan di Mars sejak 1976, setelah adanya foto yang mirip manusia duduk di tumpukan batu beberapa waktu lalu, kini muncul lagi bukti baru. Kamera teleskop berhasil menangkap sembilan piramida di permukaan Mars. Piramida itu bukan buatan alam. Piramida itu menggambarkan wajah manusia dan hewan, juga gambar besar yang memperlihatkan profil primata dan anjing.




Para ilmuwan sebelumnya mengatakan bahwa gambar-gambar yang diambil dengan Spirit Rover berisi foto dari lima spesies primata, salah satu yang bernama 'Sendak'. Basiago yakin bahwa Mars dulunya berkembang masyarakat memiliki peradaban tinggi.
Kemudian terjadi bencana dahsyat yang menghancurkan hampir semua yang berada di sekitar Planet Mars pada 11.500 tahun lalu, serta Atlantis di Bumi. Beberapa pengamat Mars percaya bahwa, makhluk Mars yang tersisa dari bencana tersebut pindah ke Bumi.


Para ahli badan antariksa Amerika Serikat (NASA), mengatakan mereka telah mendeteksi bukti adanya air dalam bentuk cair di permukaan Mars pada tahun-tahun terakhir ini. Indikasi tersebut menguatkan harapan bahwa tanda-tanda kehidupan di planet merah itu masih dapat ditemukan. Wahana luar angkasa yang mengelilingi Mars telah memfoto parit-parit yang mengindikasikan air pada dasawarsa lalu pernah mengalir di sana.

"Pengamatan ini memberi bukti terkuat hingga saat ini yaitu air masih mengalir sekali-kali di permukaan Mars," kata Michael Mayer, kepala program eksplorasi Mars milik NASA yang berpusat di Washington.

"Kita telah punya bukti adanya air di masa lampau. Hari ini, kita berbicara tentang air dalam bentuk cair yang sekarang ini ada di Mars," kata Kenneth Edgett, ilmuwan dari Malin Space Science Systems di Kalifornia yang ambil bagian dalam riset tersebut. Parit-parit berbentuk jari tersebut panjangnya beberapa ratus meter.

Parit-parit itu "seperti yang anda lihat jika material terbawa air yang mengalir," kata Michael Malin, pimpinan periset gambar-gambar yang diambil pada 2004 dan 2005 oleh wahana antariksa Mars Global Surveyor (MGS) milik NASA.

Para ahli bintang sudah sejak lama membayangkan adanya kehidupan di Mars, dan penampakan air dalam bentuk cair merupakan sesuatu hal yang penting mengenai kemungkinan tersebut. Permukaan Mars terlalu dingin untuk air dalam bentuk cair, namun para ilmuwan percaya, air di bawah tanah merembes ke permukaan lalu dengan membawa debu, air mengalir cukup panjang hingga membentuk parit, sebelum akhirnya beku.

Deposit yang berwarna terang di parit, menurut para ilmuwan, kemungkinan merupakan permukaan beku yang diisi es dari dalam deposit. Kajian tentang bukti adanya air di Mars akan dipublikasikan pada 8 Desember di majalah Science.

MGS telah memotret 2.400 foto permukaan Mars sejak 1997, namun NASA kehilangan kontak dengan wahana antariksa itu sejak November. Gambar-gambar tersebut di antaranya berupa ribuan parit kecil. Pada 2005 wahana itu mendeteksi dua parit baru yang tidak ada dalam pemotretan sebelumnya. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa Mars pernah berhawa hangat, lembab dan masih ada es di bawah permukaan ujung kutubnya.

Para peneliti mengaku foto-foto baru tersebut tidak langsung membuktikan adanya air namun bukti itu merupakan indikasi adanya aliran di parit dari material yang dibawa aliran air dan bisa mengisi lima sampai 10 kolam renang.

Dalam artikel di majalah Science, para ahli mengatakan riset mereka telah sampai pada kesimpulan "Merupakan suatu kemungkinan bahwa air dalam bentuk cair ada di bawah tanah dan muncul ke permukaan."

Beberapa ilmuwan mengatakan parit-parit tersebut mungkin terbentuk dari karbon dioksida (CO2) cair yang muncul ke permukaan, namun para ahli NASA menilai kemungkinan tersebut tipis karena sulit mengubur CO2 yang mudah menguap.

Para ahli NASA dan ahli lainnya ingin melakukan percobaan-percobaan baru untuk menambah kemajuan terhadap pencarian air dan kehidupan di Mars, namun pada Rabu mereka mengemukakan jumlah asteroid yang menabrak Mars menjadi rintangan besar untuk mengirimkan misi manusia ke Mars.

Wahana MGS telah mendeteksi banyak kawah-kawah baru yang terbentuk akibat benturan asteroids dengan Mars pada tahun-tahun terakhir. NASA mengatakan sekitar selusin benturan terjadi setiap tahun, beberapa di antaranya menimbulkan ledakan besar dan meninggalkan kawah sebesar lapangan sepak bola.


source : http://adakehidupandiplanetmars.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar