About

Wednesday, 13 June 2012

Hitam dan putih


Hitam dan putih adalah sebuah perwujudan dari sebuah perbedaan. Namun keduanya kerap di sandingkan dalam menguatkan perbedaan yang terlalu menganga. Mungkin jadi terlihat kurang bersih jika putih harus berdiri di atas warna lain selain warna hitam. Rasanya tidak elegan, jika hitam harus berdiri kokoh di atas pijakan warna yang sama. Ataupun menjadi kuranglah lengkap, jika salah satu keduanya tidak di sandingkan dalam memenuhi kebutuhan untuk punya misi menggambar sesuatu di atas kanvas. Saya rasa, baik hitam maupun putih semuanya sepakat untuk saling membutuhkan agar satu sama lain bisa saling melengkapi, menserasikan, dan memenuhi sebuah objek yang kemudian terlihat masygul di lumat mata


Seperti halnya pada papan tulis berwarna hitam, barangkali akan sangat memenuhi rasa nyaman jika harus menggunakan kapur berwana putih untuk punya tujuan memudahkan orang lain dalam keperluan membacanya. Begitupun dengan whiteboard, akan lebih jelas dan bijak jika memilih warna hitam sebagai pilihan untuk warna spidolnya kemudian.

Dari bentuk proses kamus hidup bartahun tahun, hitam kerap di kaitkan dengan sesuatu yang tidak baik dan negatif. padahal jelas, warna hitam juga punya sisi lain dalam hal kemanfaatan. Manfaat untuk sosok warna putih, manfaat dalam bahasa manusia dengan alamnya, manfaat dalam mencirikan sesuatu dengan  kebendaanya, ataupun pada hal yang paling sederhana sekalipun; bahwa, salah satu ciri fisik dari orang indonesia adalah rambut hitam sebagai satu dari sekian banyak kecirianya.

Hitam, terlanjur menjadi sesuatu yang di cap punya embel embel negatif. seperti pengusaha hitam, buku hitam, ilmu hitam ataupun lembah hitam. Semuanya adalah nama lain dari serupa musuh kita. Kita tidak ingin punya identitas diri sebagai orang yang di cap buruk dan negatif. Padahal kita juga bisa bercermin dan belajar dari sesuatu yang punya nama serupa hitam.

saya sendiri juga sebenarnya bisa belajar dengan sosok hitam, ketika kemudian-- kaca yang berwarna hitam dan semakin bertambahnya kehitaman pada kaca tersebut-- maka akan memunculkan sisi kehebatanya serupa cermin yang bisa memantulkan sekaligus menghidupkan warna lain, bahkan rupa manusiapun akan berwujud nyata tanpa rekayasa.

Hitam belum tentu di anggap murah dan bekas, hitam pada awalnya hanya sebuah nama lain dari warna warna di jagat raya, hitam kemudian harus terlanjur di kaitkan dengan barang barang yang tidak punya harga. barang bekas, berpenyakit, dan itu rasis. Tetapi, tentu saja itu bukanlah kabar gembira.

Putih lebih beruntung, lebih punya citra yang baik dalam status identitasnya di mana-mana, kerap di lambangkan sebagai simbol kesucian, kebersihan dan kebaikan. Terkadang kita tidak jarang pernah di suguhkan salah satu ayat kalimat yang mempertemankan putih dengan suci, Putih dengan bersih, dan putih dengan kejujuran.

Jika saja seisi di kolong langit ini tidak pernah mau berkawan menghadirkan hitam dan putih, mungkin akan mematahkan penegasan dari kenyataan bahwa dunia itu penuh dengan warna warni. Hitam putih selalu menjadi pelengkap dari keduanya. Ia bersahabat dalam setiap kesempatan, berkolaborasi dalam ruang abu abu, bermetaforsosis dengan alam sekitar, dan--dari perkawinan keduanya kemudian lahirlah sebuah perbedaan perbedaan. Perbedaan yang menjadikan keduanya saling mengingatkan untuk tidak terpisahkan sampai bumi tak bermatahari. Tak berputar lagi.

Hitam-putih, tidak melulu selalu berseteru. Tapi terkadang, selalu menjadi hal yang menarik bila bisa di sandingkan, selalu menjadi hal yang alamiah jika harus di bandingkan, sekaligus -- menjadi hal yang layak untuk di jadikan pembelajaran dari keduanya.



source:http://yayackfaqih.blogspot.com/2012/03/hitam-putih.html

No comments :

Post a Comment